Tampilkan postingan dengan label granit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label granit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Tampil Lebih Elegan Dengan Marmer


Batuan Marmer kerap digunakan sebagai lantai dan dinding. Keberadaannya mampu menciptakan atmosfer ruang yang elegan. motif yang beragam serta tampilannya yang mewah, menjadikan marmer bahan arsitektural dan interior yang estetis dan prestis. Salah satu produsen serta supplier utama marmer terbaik di Indonesia adalah Quality Marble. Perusahaan ini menyediakan berbagai Jenis marmer, granit dan batuan alam lain baik impor maupun lokal.

Tipe Batuan Marmer

Batuan Marmer
Kami memiliki koleksi lebih dari 250 jenis marmer dan granit. Koleksinya berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang didatangkan dari pasar utama dunia, yaitu Italia, Brazil, Turki, Yunani, Cina dan India. Tiap negara memiliki karakteristik marmer dan granit yang relatif berbeda. Biasanya marmer-marmer tersebut, walau tersedia dalam volume yang besar, warna dasar dan variasi motif sangat beragam meskipun dari sumber tambang yang sama. Pemasangan harus dilakukan dengan memperhatikan warna dasar dan motif batuan. Untuk sumber marmer lokal saat ini, biasanya diambil dari Makassar (Sulawesi Selatan) dan Tulungagung (Jawa Timur), juga sebagian kecil dari Kupang (Nusa Tenggara Barat). Kalau dulu marmer dari Lampung dan Bandung menjadi sumber utama, saat ini marmer dari Makassar dan Tulungagung menjadi favorit konsumen marmer lokal.

Secara umum di pasaran marmer lokal, pembedaan secara detail jenis batu alam marmer tidak begitu jelas. Membedakannya dapat dilakukan dalam dua kategori utama, Kristalin dan Limestone. Beberapa jenis batuan alam lain cenderung dikategorikan secara kabur ke dalam kategori marmer itu sendiri, walau sebenarnya dari jenis batuan berbeda. Paling umum klasifikasi hanya dilakukan pada marmer dan granit. Batuan alam yang sering digunakan pada bangunan adalah andesit dan basalto. “Tipe marmer dan granit yang dimiliki BNB sangat bervariasi dan tentunya dapat memenuhi kebutuhan semua kalangan. Konsumen bisa leluasa memilih dan mengeksplorasi kebutuhan marmer di showroom dan stockyard kami dengan hanya satu kali perjalanan, baik untuk kebutuhan lantai maupun dinding rumah, gedung perkantoran, hotel maupun lobby area fungsional lainnya,” terang Martinus, Direktur Operasional BNB Cabang Jakarta.

Kesan elegan Dengan Batuan Marmer 


Pemakaian marmer pada tiap ruang tergantung pada selera konsumen. Umumnya pasar Indonesia sangat menyukai marmer dengan warna Putih dan Krem untuk warna utama rumah. Namun untuk area fungsional gedung perkantoran, hotel, dan bangunan lain, pilihan konsumen Indonesia lebih beragam. Kombinasi dilakukan pada area-area aksen atau ruangan khusus di rumah, seperti Kamar Mandi, Powder Room, Kamar Tidur dan lainnya. “Pemilihan jenis marmer pada lantai maupun dinding sangat mempengaruhi perlakuan kita pada marmer. Marmer yang dipasang pada intensitas publik yang tinggi harus lebih diperhatikan. Misalnya dalam hal proses pemasangan hingga perawatan pemolesan yang harus lebih teratur,” papar Martinus. “Marmer selain merupakan salah satu material yang dingin, juga mampu menciptakan atmosfer yang lebih elegan dan kesan kokoh katimbang penutup lantai dan dinding lainnya,” tambah Martinus.


Perawatan Marmer Yang Mudah Dan Simpel 


Pada dasarnya, marmer membutuhkan perawatan minimal, jika proses pemasangan dilakukan dengan baik. Marmer cukup dipel dengan lap setengah kering. Untuk marmer dinding yang di-finishing kasar, pembersihan dilakukan dengan bantuan air yang disemprotkan. Namun yang harus diperhatikan, apabila terkena tumpahan cairan seperti kopi, teh atau bahan kimiawi, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak terjadi flek atau resapan ke dalam batuan. Buffing dapat dilakukan secara berkala dengan mesin poles ringan yang dapat dibeli dengan mudah dan murah. Pemolesan ulang hanya dilakukan setelah jangka waktu tertentu, bergantung kepada selera konsumen dan jenis marmer yang digunakan. Untuk coating marmer, tergantung pada merk coating yang digunakan, sebaiknya dilakukan sesuai dengan anjuran penggunaan.

Selasa, 23 April 2013

Perbedaan Marmer dan Granit

Sekila Perbedaan Batu marmer dan Granit 

Batu Marmer dan Granit- Hari ini saya akan sharing perbedaan antara batu marmer dan granit, kawan mau tau gak perbedaan marmer dan granit ? apa mau tau banget hehehehehe jika kawan mau tau banget maka anda termasuk orang yang beruntung, karena hari ini saya akan membahas apa perbedaan batu marmer dan granit.

Batu Marmer 

Batu marmer dan granit
marmer adalah jenis batu Kristalin kasar berasal dari batu gamping atau disebut dolomit. Marmer yang murni berwarna putih, terutama disusun oleh mineral yang disebut kalsit. Batu Marmer disebut juga dengan batu Pualam, merupakan batuan yang dihasilakan dari  proses metamorfosa atau malihan (bahasa Jawa Red )  dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi maupun non foliasi. Makanya sebuah tambang marmer biasanya berdampingan dengan tambang batuan untuk Batu Gamping.Gamping merupakan marmer yang masuh sangat muda,sehingga masih kurang baik jika dibuat untuk jenis kerajinan.Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30–60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier. Suhu yang  panas dan tekanan juga bekerja dalam proses metamorfosa gamping menjadi  marmer, terjadinya metamorfosa ini dalam waktu beribu-ribu tahun. Kotoran yang mengendap dariproses metamorfosa inilah yang menjadikan marmer memiliki corak –corak yang indah .

Batu Granit

Batu marmer dan granit
Granit adalah batuan jenis  intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi bangunan . Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum.
Contoh terapan untuk Batu Granit selain dibentuk sebagai lantai Klik Nisan Granit

Meja granit sebagai bidang acuan dalam proses pengukuran
Pada beberapa  bidang industri dan rekayasa,batuan  granit banyak digunakan sebagai bidang atau papan acuan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan mempunyai  koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu penerapannya adalah pada mesin pengukur koordinat (Coordinate Measuring Machine).

Granit adalah batuan beku yang menyiratkan bahwa ia terbentuk dari magma cair yang didinginkan perlahan-lahan selama periode waktu. Ini terdiri dari berbagai mineral seperti kuarsa, feldspar mika dan dll Selain menurunkan suhu, magma juga tahan ribuan tahun tekanan berat yang menghasilkan bahan yang sangat keras, tahan gores dan sangat tahan lama. Batu ini disebut batu granit. Ada variasi dalam persentase mineral yang terkandung dalam berbagai jenis granit memberikan berbagai warna. Ini adalah mengapa granit ditemukan dalam warna hitam tapi juga tersedia dalam jenis berbutir dengan adanya garis-garis warna lainnya.

Perbedaan Batu Marmer dan Granit Ketika diaplikasikan pada bangunan

Sekarang bahwa Anda tahu perbedaan mendasar antara dua batu, mari kita melihat perbedaan mereka yang lain. Baik batu marmer dan granit digunakan sebagai bahan  lantai dan meja di dapur dan keduanya  memang terlihat elegant , Jenis batuan granit lebih tahan lama dari pada marmer dan lebih tahan gores daripada marmer, sedangkan  marmer lebih mudah  kehilangan kemilau ketika berada  dilingkungan yang sering dipakai berkumpul.sehingga  banyak makanan dan minuman meninggalkan noda pada lantai yang terbuat dari marmer. Oleh karenanya marmer memrlukan perlakuan khusus ketika dipakai sebagai bahan lantai,perawatan ini bisa dilakukan secara berkala anatar dua sampai dengan tiga tahun sekali .Tapi bahan lanatai yang berasal dari batuan  granit, lebih tahan noda tahan lama, seperti baru untuk waktu yang lama. Jadi  makanan dan minuman yang tertumpah  harus segera dibersihkan jika Anda memiliki lantai yang terbuat dari batuan  marmer. Akan tetapi daqlam sisi harga batuan granit memang lebih mahal daripada marmer.
Demikianlah sekilas informasi mengenai Batu marmer dan granit untuk informasi lebih lanjut lagi anda bisa melihat postingan-postingan saya yang lainya mengenai batu marmer dan granit. 

Senin, 02 Juli 2012

Granit dan keramik serta karakteristiknya

harga granit, granit 60x60 | harga batu granit, harga lantai granit | ciri-ciri batu granit, lantai marmer granit rumah | batuan beku granit, jual granit


Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum.

Meja granit sebagai bidang acuan dalam proses pengukuran
Dalam bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang acuan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu penerapannya adalah pada mesin pengukur koordinat (Coordinate Measuring Machine).


Apakah Anda termasuk yang bingung membedakan antara granit dan keramik? Granit disini maksudnya bukanlah batu alam melainkan “monoporosa” alias isitilah lain dari“single fired tile”.
Yang termasuk kedalam golongan granit adalah Essenza, Niro Granite, Granito, Garuda, Indo Gress dan yang termasuk kedalam golongan keramik adalah Herkules, Platinum, Mulia, KIA, Milan, White Horse, Roman, Super Milan, Habitat, Asia Tile, Signature. Pada artikel ini kami akan mencoba menjelaskan karakteristik masing-masing granit dan keramik.
Keramik dan granit/monoporosa selintas terlihat serupa tapi sebenarnya tak sama. Keduanya merupakan pelapis lantai dan dinding yang dibuat oleh manusia (artifisial), bukan hasil buatan alam. Terkadang pemilihan pelapis lantai/dinding didasarkan hanya dari merek atau motifnya saja dan bukan dari jenis atau karakteristiknya masing-masing. Memang motif atau desain antara keramik dan granit sangatlah mirip begitupun ukurannya. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadikan mereka berbeda.
Yang pertama, karakteristik dari proses pembuatannya.
Bagian depan keramik ukuran 40×40
Keramik merupakan “body” (badan keramik yang terbuat dari campuran tanah liat, batu, kapur, dll) yang diberi “glaze” (pelapis body keramik yang menjadikan permukaannya tidak kasar). Motif keramik dicetak di atas glaze lalu nantinya keramik yang sudah dicetak akan melalui proses pembakaran agar “matang” dan siap dipakai.
Body atau badan keramik yang digunakan akan selalu sama berwarna merah atau putih (tergantung dari bahan dasarnya), akan tetapi desain/motifnya bisa berbeda-beda sesuai dengan pesanan atau kebutuhan. Keramik disebut pula sebagai “double fired tile” karena terjadi 2 kali pembakaran saat pembuatannya, yang pertama setelah body di-press dan masih “telanjang” dan yang kedua setelah body diberi glaze dan desain motif.
Untuk aksesorisnya (listello dan inserto) biasanya disebut “third firing tile” karena terjadi proses pembakaran lagi pada waktu  keramik itu dibuat. Ssebenarnya terkadang dapat terjadi lebih dari 3 kali pembakaran, karena pembuatannya yang rumit, penggunaan material yang lebih bervariasi dan prosesnya yang memakan lebih banyak waktu maka harga keramik aksesoris biasanya jauh lebih mahal.
Sedangkan granit merupakan body yang sudah diberi pewarna lalu di-press(dicetak), dan langsung dibakar makanya disebut single fired tile atau sekali bakar. Hal ini yang menyebabkan warna body belakang granit sama dengan bagian depannya (bagian motif/desain). Bila motifnya berwarna hitam dan berbintik putih makabody belakangnya pun demikian. Begitupun bila motifnya berwarna merah atau putih.
Granit ukuran 60×60 bagian depan
body belakang granit sama warna dan motifnya dengan bagian depan
Dalam pembuatannya, granit jarang menggunakan desain. Motifnya didapat dari campuran/kombinasi warna saja. Maka itulah kebanyakan dari motif granit biasanya polos atau hanya berupa bintik-bintik, tidak seperti keramik yang lebih bervariasi.
Yang kedua, karakteristik dari fisiknya.
 Bagian belakang keramik body merah
Bagian belakang keramik body putih
Seperti sudah disebutkan di atas, biasanya keramik ber-body merah atau putih. Bodymerah ini berarti tingkat penyerapan airnya lebih besar atau pori-pori padabody tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan keramik body putih. (Karena hal inilah maka pada saat aplikasi, keramik body merah harus direndam terlebih dahulu sebelum dipakai, sedangkan keramik body putih tidak perlu lagi).
Bagian samping body keramik yang masih ada sisa glaze
window frame pada keramik
Pada bagian sisi keramik biasanya terdapat sisa-sisa glaze, dan untuk keramik yang tidak dipotong/uncut biasanya terdapat “window frame” (garis berwarna putih yang tidak tertutup desain sepanjang sisi keramik). Permukaan keramik juga biasanya sedikit bergelombang atau istilah yang biasa kami gunakan adalah “wavy”. Hal ini karena pada saat produksi, proses pemberian glaze yang berupa cairan terkadang tidak menyebar secara merata.
sisi keramik uncut yang agak cembung
Ada keramik yang melalui proses “cutting” (pemotongan) dan “uncut” (tidak dipotong). Keramik cutting biasanya lebih siku dan ukuran satu sama lainnya lebih presisi karena dipotong lagi dengan mesin. Cirinya adalah bagian sisi permukaannya berbentuk siku atau rata. Sementara keramik uncut pada bagian sisi permukaannya terlihat cembung atau melengkung.
Untuk granit, pada bagian sampingnya Anda bisa melihat bahwa desainnya serupa dengan bagian depannya.
sisi samping granit motif dan warnanya sama dengan bagian depannya
pantulan pada permukaan granit yang rata seperti kaca
Permukaan granit biasanya lebih rata dan tidak bergelombang karena dipoles dengan mesin. Kebanyakan granit adalah cutting tile atau sisi-sisinya dipotong agar siku dan presisi ukurannya. Hal inilah yang menyebabkan penampilan granit bisa lebih bagus, dan pada aplikasinya juga bisa rapat satu dan lainnya sehingga nat-nya bisa lebih tipis/kecil.
Yang ketiga, karakteristik dari kekuatannya.
Bila dibandingkan kekuatan terhadap benturan dan gesek antara keramik dan granit maka granit-lah pemenangnya. Sifat granit lebih keras dan hasil press-nya mengalahkan keramik yang bobotnya lebih ringan dan hanya memiliki glaze tipis sehingga setelah sekian lama, motif keramik bisa habis terkikis.
 Tetapi keramik lebih tahan terhadap noda dibandingkan dengan granit.Beberapa jenis granit yang permukannya licin/mengkilap justru membuatnya semakin tidak tahan noda, karena pori-pori permukaannya menjadi terbuka karena proses pemolesan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa body depan dan belakang granit sama desainnya, tetapi bagian depan permukannya yang licin dan mengkilap diperoleh dari hasil polesan mesin.
Nah, setelah mengetahui beberapa hal mengenai karakteristik granit dan keramik, semoga Anda bisa lebih mudah memilih jenis pelapis lantai/dinding mana yang akan Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Sekarang Anda pun tahu alasannya mengapa harga mereka berbeda. Selamat memilih.